Kenapa di Dalem Pesawat Dilarang Aktifkan Ponsel??

Posted on Updated on

ilustrasi
ilustrasi

Assalamualaikum agan-agan aganwati..

Alhamdulillah ketemu hari Jumat lagi.. Sesuatu ya😀 ..

Mungkin sebagian dari kita belum tau kenapa sih klo di dalem pesawat (pesawat terbang lho ya bukan pesawat televisi atau pesawat telepon😀 ) kita disuruh sama pramugari agar mematikan ponsel.. Nah ane nemu artikel kenapa klo di dalem pesawat kita harus menonaktifkan ponsel.. Langsung aja dah gan di cekidot.. (Ane copas dari majalah Lionmag, itu lho majalahnya Lion Air)

Tiap kali hendak terbang, pramugari minta para penumpang mematikan telepon seluler (ponsel) selama penerbangan berlangsung. Meski sudah diberitahu, toh masih ada saja penumpang tidak mematuhinya. Padahal ponsel yang aktif selama penerbangan itu sangat membahayakan penerbangan.

Ponsel merupakan perangkat elektronik yang dapat memancarkan dan menerima gelombang yang sangat kuat. Gelombang radio ponsel sejenis dengan yang digunakan perangkat komunikasi dan navigasi pesawat. Sistem komunikasi ponsel memerlukan base transceiver station (BTS) yang dipasang pada jarak tertentu. Untuk dapat berkomunikasi, jarak antara alat komunikasi bergerak (mobile phone) dan pemancarnya tidak bisa lebih dari 2 km. Ketika menggunakan ponsel untuk berkomunikasi, maka sinyal dari ponsel akan diteruskan ke ponsel lawan bicara melalui beberapa BTS. Bahkan dalam kasus tertentu komunikasi antar pulau atau negara mungkin memerlukan bantuan satelit.

Ketika ponsel digunakan sambil bergerak (mobiling), maka ponsel itu juga akan mencari posisi BTS yang tepat untuk dapat menerima dan memancarkan sinyal yang cukup kuat. Pada saat proses searching ini, besar sinyal dipancarkan ponsel mencapai maksimal. Jika ponsel tersebut berada dalam pesawat yang sedang terbang, bisa dipastikan ponsel itu akan selalu memancarkan sinyal yang sangat kuat namun tidak akan pernah terhubung dengan salah satu BTS. Apalagi jika pesawat terbang berada di ketinggian lebih dari 6000 kaki (2 km).

Ketika ponsel terus menerus memancarkan sinyal radio dengan kuat, ia tidak saja memancarkan sinyal pada frekuensinya sendiri, tetapi juga memancarkan frekuensi lain (harmonic frequencies) yang juga cukup kuat. Sebagian harmonic frequency ini berimpitan dengan frekuensi radio navigasi maupun dengan komunikasi pesawat udara, sehingga menimbulkan interferensi radio. Karena jarak antara ponsel dan antena peralatan komunikasi serta navigasi sangat dekat, besar kemungkinan sinyal ponsel mengganggu penerimaan sinyal peralatan radio komunikasi dan navigasi pada pesawat udara sehingga bisa menyebabkan sistem komunikasi antara pilot di kokpit pesawat terbang dengan menara bandara (ATC) terganggu atau kurang jelas. Kondisi ini berpeluang mengakibatkan pilot salah membaca instrumen navigasi.

Berikut contoh beberapa instrumen navigasi pesawat yang akan terganggu fungsinya jika ada ponsel yang aktif di dalam pesawat :

  • Radio Magnetic Indicator / Radio Directional Finder (RMI/RDF)

Alat yang berfungsi untuk penentuan posisi stasiun radio, biasanya berada di sekitar bandara dengan menggunakan NDB (Non-directional Beacon).

  • Course Deviation Indicator (CDI)

Berfungsi sebagai informasi navigasi yang mengindikasikan posisi pesawat berdasarkan jalur yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Radio / Radar Altimeter (RD)

Alat untuk mengukur ketinggian pesawat dengan frekuensi.

Alat – alat tersebut sebagian kecil dari perangkat komunikasi dan navigasi pesawat terbang yang akan terganggu oleh sinyal oleh ponsel yang diaktifkan di dalam pesawat. Bisa dibayangkan bagaimana jika informasi yang dihasilkan dari perangkat di atas terganggu, sangat besar kemungkinan menyebabkan kecelakaan karena pilot mendapatkan informasi tentang posisi, arah, dan ketinggian pesawat yang salah sehingga dapat berakibat pesawat melaju ke arah yang salah. Yang paling fatal bisa menyebabkan mid-air collision atau tabrakan antar pesawat di udara.

Peraturan Indonesia mengenai Pelarang Penggunaan Alat Elektronik di dalam Pesawat.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memberikan efek jera kepada penumpang yang masih “bandel”, Pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan perundang-undangan sebagai berikut :

UU No. 1 Tahun 2009

  • Pasal 54 huruf f

Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang mengoperasikan peralatan elektronika yang mengganggu navigasi penerbangan.

  • Pasal 55

Selama terbang, kapten penerbang pesawat udara yang bersangkutan mempunyai wewenang mengambil tindakan untuk menjamin keselamatan, ketertiban, dan keamanan penerbangan.

  • Pasal 306 huruf a

Setiap orang dilarang menggunakan frekuensi penerbangan kecuali untuk penerbangan.

  • Pasal 306 huruf b

Setiap orang dilarang menggunakan frekuensi radio yang secara langsung atau tidak langsung mengganggu keselamatan penerbangan.

Sanksi

Pasal 412 ayat 5

Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan mengoperasikan peralatan elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 54 huruf f dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 200 juta.

Kecelakaan Pesawat yang Diduga Terdapat Indikasi Disebabkan oleh Pengaruh Interferensi Sinyal Ponsel

  • Crossair Flight LX198, merupakan penerbangan komuter dari Zurich, Swiss menuju Dresden, Jerman. Pesawat Saab 340B tersebut jatuh 2 menit setelah take off pada 10 Januari 2000. Tujuh penumpang dan tiga crew meninggal pada saat itu. Diduga penyebab kecelakaan itu adalah interferensi sinyal ponsel dengan peralatan navigasi pesawat. Teori ini menyebabkan beberapa negara melarang penggunaan ponsel di pesawat.
  • Ansett New Zealand Flight 703, merupakan penerbangan terjadwal dari bandara Auckland menuju Palmerston North. Pada 9 Juni 1995, pesawat berjenis Dash 8 ini jatuh di barat Tararua Range, 16 km sebelah timur bandara Palmerston North ketika sedang mendekati bandara untuk melakukan pendaratan. Cuaca pada saat itu buruk, sehingga pilot menggunakan instrumen navigasi pendaratan, yang diduga tergganggu oleh sinyal ponsel. Delapan belas penumpang dan tiga crew meninggal pada saat itu.

Monggo di-share gan.. Semoga bermanfaat..

(hendryjeeps)

One thought on “Kenapa di Dalem Pesawat Dilarang Aktifkan Ponsel??

    hendryjeeps responded:
    September 13, 2013 at 11:27 am

    matur nuwun mas bro..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s